Daerah

PIALA MTQ Tidak Dibagikan di Arena, Warga Labuhanbatu Sempat Bertanya-tanya, Kesbangpol Akhirnya Buka Suara

12
×

PIALA MTQ Tidak Dibagikan di Arena, Warga Labuhanbatu Sempat Bertanya-tanya, Kesbangpol Akhirnya Buka Suara

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu(tekab86.com) — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kabupaten Labuhanbatu menuai perhatian masyarakat. Pasalnya, pada saat pengumuman juara dan penutupan acara, para peserta yang berhasil meraih prestasi tidak langsung menerima piala di lokasi kegiatan.

Situasi tersebut sempat menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Bahkan, beredar berbagai dugaan dan asumsi yang dinilai kurang enak didengar terkait keterlambatan pembagian Piala kepada para pemenang MTQ.

Beberapa warga mengaku heran karena biasanya penyerahan Piala dilakukan langsung di atas panggung sebagai bentuk penghargaan kepada para juara. Namun pada pelaksanaan kali ini, prosesi tersebut tidak terlihat di arena acara.

Menanggapi hal itu, awak media kemudian mencoba melakukan konfirmasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kesbangpol NURDIN EDI FARDIANSAH SEMBIRING Labuhanbatu guna memperoleh penjelasan resmi terkait mekanisme pembagian hadiah tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler pada Rabu, 27 Mei 2026, Plt Kesbangpol Labuhanbatu menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil demi efisiensi waktu dan kenyamanan masyarakat yang hadir menyaksikan acara penutupan MTQ.

“Mengingat pelaksanaan MTQ dari tahun-tahun sebelumnya memakan waktu sangat lama. Jadi kasihan masyarakat menunggu terlalu lama. Makanya diambil kebijakan pembagian piala tidak dilaksanakan di lapangan. Piala diambil camat ke kantor Kesbangpol. Sampai semalam sudah ada tiga kecamatan yang mengambil piala,” jelasnya.

Menurutnya, langkah tersebut bukan karena piala tidak disiapkan, melainkan hanya perubahan teknis dalam proses penyerahan agar rangkaian acara tidak berlangsung hingga larut malam.

Meski demikian, sejumlah warga berharap ke depan panitia pelaksana dapat memberikan informasi lebih awal kepada peserta maupun masyarakat terkait mekanisme pembagian piala, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman ataupun spekulasi di tengah publik.

Masyarakat juga berharap pelaksanaan MTQ berikutnya tetap mengedepankan transparansi dan keterbukaan, mengingat ajang MTQ bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi syiar Islam serta kebanggaan bagi para peserta yang telah berjuang membawa nama kecamatan masing-masing.

Hingga berita ini diturunkan, proses pengambilan piala oleh pihak kecamatan di kantor Kesbangpol masih terus berlangsung.(fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *