GUNUNGSITOLI(tekab86.com)Lambatnya Pembangunan Jembatan Moawe yang berada di Desa Moawe tepatnya di wilayah Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, Picu Inflasi Dijumlah Daerah, Gubernur Sumut diminta turun tangan. Juma’at 30/10/2026
Kabarnya pembangunan ini terkesan dipaksakan karena jembatan alternatif yang direncanakan tidak bisa diwujudkan, Sehingga arus lalu lintas antrian dan muatan roda empat (4) dan Roda enam (6) Mobil Ekspedisi tak bisa melewati jembatan yang sedang dibangun Oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara itu dengan Pekerjaan ‘ Penggantian Lantai Jembatan dan Balok Girder idano Moawe pada jalan provinsi ruas Gunungsitoli -Afia (25meter) dikota Gunungsitoli (PHTC-5A), dengan nomor kontrak : 620/08/SP/UPTD-BMCK/GST/VII/2026, Dengan nilai kontrak Rp.4.399.437.152,00, Dari Anggaran APBD Provinsi Sumatera Utara pada dinas Bina Marga,Bina Konstruksi dan cipta karya T.A 2026 sebagai penyedia jasa CV.SURYA SEJAHTERA PERKASA.
Sayangnya Kadis PUPR Provinsi Sumatera tidak melakukan pengawasan secara insentif pada hal sejumlah masyarakat pengguna jalan raya rasa saat ini mengeluh, Salah satu diantaranya Putra Yang sehari-harinya mengantar anak sekolah setiap pagi
Katanya,” Saya mengalami keterlambatan mengantarkan anak sekolah setiap pagi karena antrian begitu panjang, Apalagi hari Senin sangat kewalahan karena antrian sangat panjang sekali,” Pungkasnya

Saya berharap kepada pak Gubernur Sumut untuk memikirkan persoalan ini, karena hal ini sangat menganggu kenyamanan kami mengunakan jalan raya yang disediakan oleh pemerintah,” Terang kepada awak media dengan nada penuh kesal
Ditempat yang terpisah Hisikia Harefa Mantan Ketua DPRD kabupaten Nias Utara Sebagai masyarakat menyampaikan bahwa adanya pengaruh bahan pokok sejak mobil truk Ekspedisi tidak masuk ke Kabupaten Nias Utara, Karena adanya pembatasan tujuh (7) ton yang bisa melewati jembatan tersebut,
“Di Daerah kami saat ini adanya pengaruh kenaikan harga bahan pokok (Pagan) karena truk Ekspedisi tidak masuk di Daerah kami karena pembatasan muatan yang diterapkan sejak dilaksanakan pembangunan jembatan Moawe di Gunungsitoli, Dan jembatan tersebut satu-satunya Akses dekat penghubung Kota Gunungsitoli menuju kabupaten Nias Utara,” papar Hisikia Harefa Mantan Ketua DPRD kabupaten Nias Utara itu sambil Mengakhiri.
Sampai berita ini diterbitkan, pembangunan jembatan Moawe yang berada di Gunungsitoli tersebut masih membatasi muatan kendaraan yang melewati jembatan itu.












