Banner Website
BeritaUncategorized

Dari Shanghai, Bang YD Bayangkan Masa Depan Gunungsitoli: Kota Modern, Destinasi Wisata Dunia, dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nias

81
×

Dari Shanghai, Bang YD Bayangkan Masa Depan Gunungsitoli: Kota Modern, Destinasi Wisata Dunia, dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nias

Sebarkan artikel ini

SANGHAI(tekab86.com)Besar tidak lahir hanya dari pembangunan gedung dan infrastruktur, tetapi dari keberanian pemimpinnya dalam membayangkan masa depan, menetapkan arah pembangunan, menarik investasi, dan mengeksekusi gagasan menjadi kenyataan.

Pemikiran itulah yang muncul dari Dr. (H.C.) Yusman Dawolo, M.Kom.I., atau yang akrab disapa Bang YD, ketika menyusuri Sungai Huangpu menggunakan kapal pesiar di Shanghai, Tiongkok, pada 21 Agustus 2026.

Di tengah gemerlap gedung pencakar langit, pelabuhan modern, dan aktivitas ekonomi yang dinamis, Bang YD tidak sekadar menikmati keindahan kota tersebut. Pikirannya justru tertuju pada kampung halaman, yaitu Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias.

Ia membayangkan Gunungsitoli 20 tahun ke depan sebagai kota modern, cerdas, dan berdaya saing global, sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dunia.

“Ketika melihat Shanghai, saya berpikir, mengapa Gunungsitoli tidak bisa memiliki masa depan yang besar? Kita tidak ada salahnya untuk meniru Shanghai, bukan hanya menjadikan Shanghai sebagai inspirasi visual, tetapi mengambil pelajaran tentang tata kelola pembangunan, konektivitas, investasi, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia. Bagaimana sebuah kota membangun visi, mengembangkan infrastruktur, menarik investasi, dan menciptakan kemakmuran bagi masyarakatnya,” ungkap Bang YD.

Menurutnya, Gunungsitoli memiliki potensi geografis, kekayaan alam, budaya, dan posisi strategis sebagai pintu gerbang Kepulauan Nias. Potensi tersebut harus dikelola melalui perencanaan pembangunan jangka panjang yang terintegrasi dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Lima Arah Transformasi Gunungsitoli

Bang YD memandang setidaknya ada lima agenda besar yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Pertama, transformasi infrastruktur dan konektivitas. Modernisasi pelabuhan, peningkatan kualitas jalan, penataan kawasan perkotaan, transportasi, serta konektivitas udara dan laut harus menjadi prioritas. Infrastruktur bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi untuk menggerakkan ekonomi dan membuka akses investasi.

Kedua, menjadikan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Gunungsitoli perlu dikembangkan sebagai pintu masuk wisata Kepulauan Nias dengan membangun kawasan wisata unggulan, mempercantik kawasan pesisir, meningkatkan fasilitas publik, serta mengembangkan event berskala nasional dan internasional. Targetnya bukan sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi meningkatkan lama tinggal dan belanja wisatawan sehingga masyarakat ikut menikmati manfaat ekonomi.

Ketiga, menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja. Pemerintah harus membangun iklim investasi yang kompetitif, memberikan kepastian perizinan, menyiapkan kawasan ekonomi produktif, serta membuka peluang investasi di sektor pariwisata, perdagangan, perikanan, industri pengolahan, dan jasa. Keberhasilan pembangunan harus diukur dari bertambahnya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan, dan daya beli masyarakat.

Keempat, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. Gunungsitoli harus berani menetapkan standar pelayanan pendidikan dan kesehatan yang semakin tinggi. Peningkatan kualitas sekolah, pengembangan perguruan tinggi, penguatan tenaga medis dan dokter spesialis, serta modernisasi fasilitas kesehatan harus menjadi bagian dari agenda pembangunan jangka panjang.

Kelima, membangun ekonomi rakyat dan UMKM. Kemajuan kota tidak boleh hanya dinikmati investor besar. Pedagang kecil, pelaku UMKM, nelayan, petani, dan generasi muda harus mendapatkan akses permodalan, pelatihan, teknologi, pasar, dan pendampingan usaha. Pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pemimpin Harus Visioner, Berani, dan Mampu Mengeksekusi

Bang YD menegaskan bahwa tantangan terbesar pembangunan daerah bukan semata-mata kekurangan gagasan, melainkan kemampuan menerjemahkan visi menjadi program yang terukur dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurutnya, pemimpin masa depan harus memiliki keberanian menetapkan tujuan besar, keyakinan menghadapi tantangan, kecerdasan membaca peluang, kemampuan memengaruhi dan menyatukan berbagai pihak, serta ketegasan dalam melakukan eksekusi.

“Visi tanpa eksekusi hanya akan menjadi mimpi. Kita membutuhkan kepemimpinan yang berani menentukan arah, cerdas menyusun strategi, mampu membangun kolaborasi, dan disiplin memastikan setiap program menghasilkan perubahan nyata,” tegasnya.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Gunungsitoli agar mulai menyusun masterplan pembangunan 25–50 tahun ke depan yang didukung kajian ilmiah, data potensi daerah, proyeksi ekonomi, tata ruang, serta target pembangunan yang jelas.

Setiap program harus memiliki indikator keberhasilan, jadwal pelaksanaan, penanggung jawab, kebutuhan anggaran, dan mekanisme evaluasi yang transparan.

Bang YD menilai, pembangunan kota tidak boleh berhenti pada pergantian kepemimpinan. Visi besar harus menjadi agenda bersama yang dilanjutkan secara konsisten oleh setiap pemerintahan.

Gunungsitoli 2045: Jangan Takut Bermimpi Besar!

Bagi Bang YD, Shanghai adalah inspirasi bahwa sebuah kota dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi dunia melalui visi, perencanaan, investasi, inovasi, dan eksekusi yang konsisten.

Gunungsitoli memang memiliki kondisi, skala, dan tantangan yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut bukan alasan untuk membatasi cita-cita pembangunan.

“Kita tidak boleh hanya membangun Gunungsitoli untuk kebutuhan hari ini. Kita harus memikirkan generasi yang akan hidup di kota ini 25 sampai 50 tahun mendatang. Anak-anak kita berhak memiliki kota yang maju, pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan yang baik, lapangan kerja yang luas, dan kehidupan yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Ia mengajak pemerintah, DPRD, pengusaha, akademisi, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan pikiran dan kekuatan membangun masa depan Gunungsitoli.

Baginya, kota yang besar tidak dibangun oleh satu orang, tetapi membutuhkan visi bersama, kepemimpinan yang kuat, kolaborasi, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi dalam bekerja.

GUNUNGSITOLI 2045: KOTA MODERN, DESTINASI WISATA DUNIA, PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN RAKYAT SEJAHTERA!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *