Pelalawan Tekab86.com—-Seorang ibu di Pelalawan diduga jadi korban kekerasan oleh oknum TNI di Pangkalan Kerinci, wanita tersebut diduga dianiya oknum PAM dengan cara ditendang dibagian tangan dan mengakibatkan bengkak di bagian tangan.
Pelaku aksi kekerasan diduga berinisial RH dan korban diketahui merupakan seorang janda berinisial Jerniati Siregar(40) warga Pangkalan Kerinci yang kebetulan lewat di dekat perusahaan Peswon Raya.
Menurut korban, kejadian bermula pada Sabtu, 10 Oktober 2026 ketika JS beserta temannya lewat dijalan aspal koridor Kuala Terusan atau yang akrab disebut jalan tanjung putus, tiba-tiba pelaku RH mengeluarkan kata yang tidak layak, hai Anjing lontarnya kepada kami.
Merasa tidak terima dengan kata kasar yang dikeluarkan, saya membalas kata dia, dengan spontan saya balas kaulah anjing lalu dengan pelaku mendatangi saya dan langsung menendang badan dibagian tengah, karna takut sasaran tendangan kena kebagian perut atau organ vital lalu saya tangkis menggunakan tangan.
Karna tendangan yang dia lakukan, saya mengalami tangan bengkak di sebelah kanan dan sampai
mengalami sakit didada, sampai sekarang pelaku tidak ada niat untuk bertanggungjawab dan membawa saya berobat ke rumah sakit, ujar.
Ia juga mengaku trauma atas kejadian kekerasan yang menimpa dirinya, pelaku menendang membabi buta walapun ada saksi yang melihat kejadian tetap pelaku tidak segan-segan menganiaya perempuan, pungkas korban.
Ketika hal ini dikorfirmasi kepada Kepala Asisten PT Pesawon Raya, M.Yasid pada Senin, (12/10/2026), ia
menuturkan tidak mengetahui tindakan kekerasan yabg dilakukan oleh oknum TNI yang melakukan PAM.
Ia berjanji akan menelusuri kejadian.
Menurutnya siapapun pasti marah ketika orang masuk ambil brodolan di kebun yang bukan miliknya, mungkin karna geram pelaku melampiaskan kekesalannya.
Besok LBH Akan Laporkan Pelaku ke DEN POM
Informasi yang dihimpun media
rencananya besok pada Selasa, (13/10/2026) Melalui kuasa hukumnya yang telah dipersiapkan akan langsung melaporkan pelakukanya ke DEN POM Pekanbaru atas tindakan kekerasan ini.
Tim akan turun ke Pekanbaru bersama media dan tentunya dengan membawa korban serta saksi yang menyaksikan langsung kejadian, ungkap Richard Simanjuntak.
Menurut Richard bahwa tindakan kekerasan pada perempuan itu hal yang fatal, apapun masalahnya tidak layak seorang TNI aktif melakukan kekerasan dan hal ini menjadikan kasusnya merupakan tindakan pidana hal ini tidak ditolerir.
Pelaku merupakan oknum TNI karnanya kami akan melaporkan masalah ini ke DEN POM, untuk membuat kasus ini terang benderang dan tidak melakukan aksi kekerasan kepada masyarakat biasa.
(TIM)












