Daerah

Reses lawak” DPRD Labuhanbatu, jadi Cemoohan Warga Ujung Bandar

498
×

Reses lawak” DPRD Labuhanbatu, jadi Cemoohan Warga Ujung Bandar

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu, (tekab86.com)Reses Tahun kedua DPRD Kabupaten Labuhanbatu  Tahun 2025 di Aula Kantor Kelurahan Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan Kabuhanbatu Selasa (20/5), menuai cemoohan masyarakat , wadah untuk menyalurkan aspirasi itu, justru dinilai sekedar formalitas yang jauh dari makna sesungguhnya.

Yang  anehnya, kegiatan reses hari itu  hanya dihadiri satu anggota dewan Maisyaroh dari Partai Gerindra, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD  Labuhanbatu. Maisyaroh tanpa didampingi  anggota lainnya, memicu pertanyaan besar soal keseriusan legislatif untuk mendengarkan suara rakyat.

Hari itu acara terhitung sangat singkat, hanya kurun waktu  lebih kurang  30 menit berakhir, tanpa ada dialog  yang bermakna. Terpantau Warga yang hadir disitu  sekitar 20 orang— minimnya informasi diperoleh, bahkan terkessn sebagai ajang kegiatan tak bermakna

Lebih jauh lagi, kegiatan Reses itu hanya seperti serimoni. Sangat tidak pantas disebut pertemuan aspiratif,” ujar seorang warga yang hadir. “Bu Dewan tampaknya tidak siap. Tidak ada poin pembahasan yang jelas,  malah terburu-buru untuk  meninggalkan ruangan.”

Saat wartawan coba untuk meyakinkan  jumlah anggota dewan yang minim hadir, Maisyaroh menjawab santai, “Tergantung kesepakatan, bisa satu orang, bisa tiga, bisa empat.” Jawab singkat seorang  Anggota Dewan  dari lembaga legislatif terhormat itu

Lebih jauh ditanya kembali terkait anggaran pun tidak dijawab dengan transparan. “Kalau tiga orang, anggarannya dikali tiga. Kalau satu, ya untuk satu,” ujar Maisyaroh sambil berlalu cepat ke sesi foto, terkesan enggan untuk menjelaskan lebih jauh kepada awak media.

Sikap tertutup dan enggan berdiskusi inilah yang membuat warga kecewa. Seorang ibu muda yang ikut hadir mengaku kesal.  ruangan ini bukan untuk mendengar sambutan kosong, melainkan untuk berdialok.

Yang paling sangat disayangkan, acara baru dibuka, tidak begitu lama udah selesai. Aneh sekali ujarnya, Seharusnya mereka harus persiapkan waktu minimal dua jam untuk berdiskusi, bukan harus buru” selesai

Minimnya partisipasi anggota dewan dengan waktu yang sangat singkat, hingga  tidak ada waktu untuk berdialog, warga  berharap untuk menyampaikan aspirasi, fungsi reses yang semestinya menjadi penghubung antara legislatif dan rakyat,.tetapi ini terlihat tidak , ujar ibu muda itu.(tim)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *