Kab.Labuhanbatu

Warga Lingkungan Kayu Raja Keluhkan Tidak Merasakan CSR Pendidikan dari PT Ringo-Ringo

163
×

Warga Lingkungan Kayu Raja Keluhkan Tidak Merasakan CSR Pendidikan dari PT Ringo-Ringo

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.013888889, 0.46330845);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 42;

Labuhanbatu (tekab86.com)Siringo-ringo, 30 November 2025 — Sejumlah warga Lingkungan Kayu Raja, Kelurahan Siringo-ringo, kembali menyuarakan kekecewaan mereka terhadap program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Ringo-Ringo yang dinilai tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. Meski perusahaan tersebut telah beroperasi bertahun-tahun di wilayah itu, warga menyebut mereka masih belum merasakan manfaat konkret dari program sosial perusahaan.

Keluhan ini mencuat setelah seorang warga, berinisial HS, mengungkapkan bahwa diri nya bertempat tinggal di lingkungan kayu raja mulai 1974 sampai sekarang dan anaknya yang sedang menempuh pendidikan di Universitas HKBP Nomensen, Medan, tidak menerima dukungan biaya pendidikan melalui CSR(pendidikan) perusahaan. Padahal, menurut HS, masyarakat Lingkungan Kayu Raja merupakan bagian dari komunitas yang terdampak langsung oleh aktivitas perusahaan.

Kekecewaan Warga atas Tidak Adanya Bantuan Pendidikan.

Kekecewaan Warga atas Tidak Adanya Bantuan Pendidikan

AS menegaskan bahwa program CSR semestinya mengutamakan kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan. Menurutnya, beasiswa atau bantuan pendidikan sangat dibutuhkan oleh keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

“CSR itu seharusnya dikeluarkan untuk warga sekitar. Anak saya kuliah di Universitas HKBP Nomensen dan sampai sekarang tidak ada bantuan apa pun dari perusahaan. Kami merasa tidak diperhatikan,” ujar HS dengan nada kecewa.

Beberapa warga lain yang ditemui di Lingkungan Kayu Raja juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka mengaku bahwa informasi mengenai penyaluran CSR dari PT Ringo-Ringo jarang disosialisasikan secara terbuka, sehingga masyarakat tidak mengetahui siapa saja penerimanya dan apa saja bentuk bantuan yang diberikan.

Kurangnya Transparansi dan Komunikasi Perusahaan

Tokoh masyarakat setempat menilai bahwa program CSR seharusnya dirancang secara transparan, melibatkan masyarakat, serta

mengutamakan kelompok yang paling membutuhkan. Hingga kini, mereka menyebut belum pernah adanya pertemuan terbuka antara perusahaan dengan warga untuk membahas skema penyaluran CSR.

“Kalaupun ada CSR, kami tidak tahu diarahkan ke mana. Warga di lingkungan yang paling dekat dengan perusahaan justru banyak yang tidak tersentuh,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Kurangnya transparansi ini memunculkan dugaan bahwa pembagian CSR tidak merata atau tidak tepat sasaran. Beberapa warga mendesak agar perusahaan membuka data penyaluran CSR agar publik dapat menilai efektivitas program tersebut.

Masyarakat Mendesak Evaluasi Program CSR

Warga berharap pemerintah pemkab labuhanbatu dan DPRD ikut turun tangan meninjau ulang pelaksanaan CSR PT Ringo-Ringo. Mereka menilai perlu adanya mekanisme pengawasan yang lebih ketat, sehingga program CSR tidak hanya menjadi formalitas tanpa memberikan dampak nyata.

“Perusahaan harus duduk bersama masyarakat. Jangan sampai CSR hanya sekadar nama, tapi kami di lingkungan terdekat tidak merasakan manfaatnya,” kata seorang warga lainnya.

Belum Ada Tanggapan Perusahaan

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Ringo-Ringo belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga.  masih berupaya menghubungi manajemen perusahaan untuk meminta penjelasan dan klarifikasi mengenai mekanisme penyaluran CSR, terutama di bidang pendidikan.

Harapan Warga: CSR Tepat Sasaran

Masyarakat Lingkungan Kayu Raja berharap perusahaan dapat memperbaiki pelaksanaan program CSR ke depan. Bantuan pendidikan, pelatihan keterampilan, dan peningkatan kesejahteraan warga dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang harus menjadi prioritas.

Dengan harapan besar agar perusahaan lebih peka terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar, warga menunggu langkah konkret dari PT Ringo-Ringo untuk memperbaiki

kepercayaan publik melalui program CSR yang lebih transparan dan tepat sasaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *