Banner Website
Berita

Banjir Meluap Diduga dari HGU PTPN IV, Asisten SDM Kebun MEP Ajamu II Janji Turunkan Alat Berat Tapi Tak Datang*

74
×

Banjir Meluap Diduga dari HGU PTPN IV, Asisten SDM Kebun MEP Ajamu II Janji Turunkan Alat Berat Tapi Tak Datang*

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu,(tekab86.com) Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kebun Ajamu II Kebun MEP PTPN IV Regional II, Rusdi, dinilai tidak kooperatif dalam menyikapi keluhan warga terkait luapan banjir yang diduga berasal dari wilayah Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN IV.

Hal itu diungkapkan Kepala Dusun (Kadus) VI Desa Meranti Paham, Suadman. Ia mengatakan telah menghubungi Rusdi melalui sambungan telepon untuk mengajak bertemu langsung di lokasi banjir guna mencari solusi antisipasi luapan air susulan.

Mengingat saat ini cuaca ekstrem dan memasuki musim penghujan, pertemuan tersebut dianggap penting agar dampak banjir tidak semakin meluas ke permukiman warga yang berbatasan langsung dengan areal PTPN IV Kebun Ajamu II.

“Saat dihubungi hari Minggu 18 Oktober 2026, Pak Rusdi berjanji akan menurunkan alat berat excavator untuk melakukan pembersihan penyebab luapan banjir. Tapi sampai hari ini alat tersebut belum juga ada di lokasi,” ujar Suadman kepada wartawan, Senin (20/10/26).

Suadman yang wilayahnya bertetangga langsung dengan PTPN IV Ajamu II menyayangkan sikap tersebut. Menurutnya, penanganan cepat sangat dibutuhkan warga Dusun VI Desa Meranti Paham.

Upaya konfirmasi juga dilakukan awak media tekab86. Com. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, pesan yang dikirim ke nomor Asisten SDM Ajamu II tersebut hanya centang dua dan tidak mendapat balasan tanggapan sama sekali hingga berita ini ditayangkan.

Pihak redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada manajemen PTPN IV Regional II untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait penanganan banjir di wilayah tersebut.

Harapan Warga:

Warga Dusun VI Desa Meranti Paham berharap manajemen PTPN IV Kebun MEP Ajamu II segera merealisasikan janji penurunan alat berat dan melakukan normalisasi saluran air yang diduga menjadi penyebab utama luapan banjir.

Hingga berita ini diterbitkan, genangan air masih dikhawatirkan akan kembali meluap jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Labuhanbatu.(M.Nurdin)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *