Namrole, tekab86.com – Listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten buru selatan yang terus diupayakan dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Buru Selatan.
Terbaru, Pemkab Buru Selatan bekerja sama dengan PT PLN meluncurkan penyalaan perdana listrik 24 jam di beberapa desa di wilayah Kecamatan kepala madan, Buru selatan, Maluku.
Ditandai dengan peresmian secara simbolis oleh pj. Desa waepandan di PLN ranting waepandan, Sabtu (20/9/2025) bertepatan di momentum hari pelanggan nasional
Desa-desa yang dilayani PLN ranting waepandan diantaranya, desa fogi, desa bala bala, desa waepandan, desa batu layar, desa emguhen, desa siopot, desa sekat dan desa waemulang.
dalam kesempatan itu, Pj desa Waepandan, Zayardin SE, menyampaikan, Hari ini merupakan momen yang sangat bersejarah dan penuh sukacita bagi seluruh masyarakat Desa Waepandan dan desa desa sekitar.
” Setelah sekian lama menantikan sejak tahun 1999 hanya menyalah 12 jam saja, akhirnya listrik di desa kita dapat menyala selama 24 jam penuh, tentu sebuah perubahan besar yang akan membawa dampak signifikan dalam kehidupan kita semua baik dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik,” ujarnya
dirinya mewakili seluruh warga Desa Waepandan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BUPATI BURU SELATAN, MANAJER ULP PLN NAMLEA, TIM LEADER NUSA DAYA PUSAT LISTRIK NAMLEA, DAN PERWAKILAN UP3 AMBON, kepada pihak PLN, khususnya PLN Ranting Waepandan, atas kerja keras, komitmen, dan perhatian yang telah diberikan kepada desa tersebut.
menurutnya, hal ini merupakan bukti nyata bahwa negara melalui pemerintah daerah kabupaten buru selatan hadir, guna terus berupaya mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri.
Dengan nyala listrik 24 jam ini, dirinya berharap muncul lebih banyak kegiatan produktif dari masyarakat, Anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman di malam hari, para pelaku UMKM bisa meningkatkan produksinya, dan tentu pelayanan desa juga dapat berjalan lebih optimal.
” Mari kita jaga bersama fasilitas ini, Gunakan listrik dengan bijak, hemat, dan bertanggung jawab, demi keberlanjutan layanan ke depan,” kata Pj Desa Waepandan Tersebut
Ia juga Berharap dengan listrik yang kini menyala 24 jam di desa, dapat menjadi simbol semangat baru, harapan baru, dan kemajuan yang berkelanjutan bagi Desa Waepandan.
sementara itu, manager ULP Namlea, Lutfy Aditiar meminta kepada seluruh masyarakat untuk bersama sama menjaga aset PLN, dan selalu berhati-hati ketika beraktivitas pada jaringan kabel PLN dengan jangkauan aman 3 meter.
dirinya menghimbau para warga yang melakukan aktifitas pertanian (panjat kelapa) untuk selalu berhati-hati ketika bekerja karena PLN waepandan telah menyalah 24 jam
Terpisah Bupati Buru Selatan, La Hamidi SH, Yang sedang melakukan tugas dinas di luar daerah, kepada media ini menyampaikan, Apresiasi Kepada pihak PLN, atas kerja sama dan dukungan teknis dalam menyediakan layanan listrik hingga ke pelosok/desa
apresiasi Juga Bupati sampaikan Kepada semua pihak yang terlibat, baik kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga yang turut membantu kelancaran program.
Dirinya menekankan Pentingnya listrik sebagai infrastruktur dasar untuk meningkatkan kualitas hidup, pemerataan pembangunan, dan mengurangi kesenjangan antar wilayah.
selain itu, Bupati Berharap dapat meningkatkan layanan publik, Mendukung operasional fasilitas umum seperti kantor desa dan layanan kesehatan
Bupati juga menyampaikan Pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan pasokan listrik.
” saya optimisme dengan tersedianya listrik 24 jam, masa depan desa akan lebih cerah dan sejahtera,” tandasnya
Hadir dalam pertemuan tersebut, Pj. desa waepandan, Zayardin, SE. Manajer ULP PLN Namlea, Lutfi Aditiar, Perwakilan UP3 Ambon, Nico talapessy, Tomy siahaya, Tim leader nusa daya pusat listrik namlea, Rama alfamart baadila, kepala desa waehaka, mery waemese, perwakilan desa siopot, tokoh adat, tokoh agama serta tokoh masyarakat desa waepandan
Penulis – Dade Papalia












