GUNUNGSITOLI(tekab86.com)Keterbatasan lapangan pekerjaan tidak harus menjadi penghalang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Dengan keberanian memulai usaha, dukungan permodalan, dan pengelolaan yang konsisten, masyarakat justru dapat menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan panen ikan lele bersama Yusman Dawolo atau Bang YD, Gerakan Peduli, dan sejumlah pelaku UMKM di Desa Muawo, Kota Gunungsitoli, Jumat (30/10/2026).
Panen berlangsung di lokasi budidaya ikan lele milik Nifsan Dawolo, pengusaha lokal yang merintis usahanya sejak 2019. Dalam pengembangan usaha tersebut, Nifsan pernah menerima bantuan modal Rp. 10 juta dari Bang YD untuk membeli sekitar 20.000 ekor bibit ikan lele.
Nifsan mengungkapkan, dirinya memulai usaha budidaya lele karena melihat terbatasnya kesempatan kerja di daerah. Ia kemudian memilih menjadi wirausaha dengan membeli bibit dari luar Pulau Nias dan membudidayakannya menggunakan kolam sederhana berbahan terpal.
“Saat ini saya membudidayakan sekitar 40.000 ekor ikan lele dengan berbagai ukuran. Bantuan modal Rp. 10 juta dari Bang YD saya gunakan untuk membeli sekitar 20.000 ekor bibit. Dari hasil pengembangan usaha tersebut, penjualan saat panen mencapai sekitar Rp. 23 juta,” ujar Nifsan.

Bang YD menilai, pengalaman Nifsan merupakan contoh bahwa masyarakat tidak harus selalu menunggu tersedianya lapangan pekerjaan. Dengan kemauan, keterampilan, keberanian mengambil risiko, dan dukungan yang tepat, masyarakat dapat membangun usaha sendiri sekaligus membuka peluang kerja bagi orang lain.
“Apa yang dilakukan Nifsan harus menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan, tetapi mulailah berpikir bagaimana menciptakan pekerjaan. Kita harus berani menjadi pengusaha dan membangun peluang ekonomi dari potensi yang ada di daerah sendiri,” kata Bang YD.
Ia menegaskan, pemberdayaan UMKM perlu dilakukan melalui dukungan nyata, bukan sekadar motivasi. Akses permodalan, peningkatan keterampilan, pendampingan, dan perluasan pasar merupakan faktor penting agar usaha masyarakat dapat berkembang dan berkelanjutan.
Melalui Gerakan Peduli, Bang YD berharap semakin banyak masyarakat Gunungsitoli yang berani mengembangkan usaha produktif, terutama di sektor perikanan, pertanian, peternakan, dan berbagai potensi ekonomi lokal lainnya.
Menurutnya, semakin banyak UMKM yang tumbuh, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan pekerjaan, meningkatnya pendapatan keluarga, dan bergeraknya perekonomian daerah.
Kegiatan panen tersebut turut dihadiri tim Gerakan Peduli dan sejumlah pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya mendorong kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Kota Gunungsitoli.












