BeritaOlahraga

PKN Pelalawan Antusias Support PB Orahua Meraih Juara Satu Kelas C Soekarno Cup II 2026

27
×

PKN Pelalawan Antusias Support PB Orahua Meraih Juara Satu Kelas C Soekarno Cup II 2026

Sebarkan artikel ini

Pelalawan Tekab86.com—- Malam final Turnamen Badminton Soekarno Cup II 2026 menjadi momen yang tak mudah dilupakan, Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, menghadirkan pertandingan penuh semangat pada Kelas C Dewasa antara Pasangan Boy Lase/Hengky Zebua dari PB Orahua menghadapi pasangan Saut/Yhose dari PB SKING, Selasa (18/8/2026).

Turnamen Badminton Soekarno Cup II 2026 diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan di bawah kepemimpinan Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dan pecinta olahraga bulu tangkis untuk berkompetisi secara sehat.

Pelaksanaan turnamen juga tidak terlepas dari kerja sama dan kekompakan panitia. Mulai dari babak awal hingga pertandingan final, panitia berperan dalam memastikan rangkaian pertandingan dapat berlangsung dengan tertib dan memberikan ruang yang baik bagi para peserta.

Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat turut membuat atmosfer Soekarno Cup II 2026 semakin semarak, terlebih turnamen digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Umum PKN Pelalawan, Samazasa Ndruru, didampingi sekum PKN Ps Betel Harefa S.th menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta yang telah mengikuti Turnamen Badminton Soekarno Cup II 2026 hingga pertandingan final.

Menurutnya, pertandingan bukan hanya menjadi ajang mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, sportivitas dan persaudaraan melalui olahraga.

“Kami mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang sudah bertanding dengan semangat dan sportivitas sampai ke partai final. Selamat kepada Boy Lase dan Hengky Zebua atas keberhasilannya meraih Juara I Kelas C, dan kepada Saut/Yhose yang berhasil menjadi Juara II. Keduanya telah memberikan pertandingan yang membanggakan,” ujar Samazasa.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pelalawan H. Zukri yang telah memberikan ruang dan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga tersebut.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Pelalawan H. Zukri serta seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga turnamen ini dapat terlaksana. Secara khusus kami juga bangga kepada PB Orahua dan para pemain yang telah memberikan prestasi serta membawa nama baik tim dalam pertandingan ini,” tuturnya.

Samazasa berharap kegiatan seperti Soekarno Cup dapat terus menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan olahraga dan memperkuat hubungan antarklub badminton di Kabupaten Pelalawan.

Bagi Boy Lase dan Hengky Zebua, malam itu menjadi puncak dari perjuangan panjang mereka sepanjang turnamen. Keduanya berhasil menunjukkan konsistensi permainan hingga akhirnya mampu mengamankan posisi sebagai Juara I Kelas C.

“Kita bersyukurlah, kemenangan ini bukan sekadar tentang medali dan gelar juara. Ada kerja keras, kekompakan, konsentrasi dan keberanian yang harus dipertahankan sejak pertandingan awal hingga berdiri di lapangan pada partai puncak. Kami berterimakasih atas dukungan dari tim dan seluruh pengurus PB. ORAHUA. dan juga kepada panitia yang telah menjalankan kegiatan ini dengan baik sehingga kami memiliki kesempatan untuk bermain meningkatkan silaturahmi antara pecinta olahraga badminton, terlebih dukungan penuh dari Penyelenggara Pemkab Pelalawan, dan karena itu, semarak HUT RI ke-81 ini semakin terasa bahagia,” ucap Boy Lase.

Kebanggaan bagi PB Orahua

Kemenangan Boy Lase dan Hengky Zebua menjadi kebanggaan tersendiri bagi PB Orahua. Gelar Juara I Kelas C tersebut menjadi hasil dari perjuangan mereka di tengah persaingan yang berlangsung sepanjang turnamen.

Dukungan dari para tokoh dan pendukung juga turut memberikan semangat dalam pertandingan. Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Sekretaris Umum Ps. Betel Harefa, S.Th., Esafati Daeli, SH, Sonifati Lahagu, Fondara Dodo Buulolo serta Kordinator PB ORAHUA Noperius Zalukhu.

Bagi PB Orahua, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang trofi, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap para pemain yang telah membawa nama tim hingga ke podium juara.

Final Kelas C Jadi Panggung Pembuktian

Partai final Kelas C menjadi salah satu momen yang menarik perhatian pencinta bulu tangkis. Berdasarkan daftar pertandingan, GDA Kelas C Final mempertemukan Boy Lase/Hengky Zebua (PB Orahua) melawan (SKING) Saut/Yhose.

Pertandingan tersebut menjadi pertemuan dua pasangan yang sama-sama telah melewati perjalanan panjang untuk mencapai partai puncak. Tidak ada lagi ruang untuk sekadar mencoba. Setiap pukulan, gerakan dan keputusan di lapangan menjadi bagian dari perjuangan untuk merebut gelar juara.

Boy Lase dan Hengky Zebua tampil membawa semangat PB Orahua. Sementara pasangan Saut/Yhose juga datang dengan tekad yang sama, yakni memberikan penampilan terbaik pada pertandingan terakhir mereka di Kelas C.

Suasana pertandingan semakin terasa ketika kedua pasangan saling memberikan perlawanan. Persaingan berlangsung ketat hingga akhirnya pasangan PB Orahua mampu mengamankan kemenangan dengan keunggulan yang tipis.

Boy Lase dan Hengky Zebua Tuntaskan Perjuangan

Bagi Boy Lase dan Hengky Zebua, kemenangan di final menjadi buah dari kerja keras yang mereka bangun sejak babak-babak sebelumnya.

Mereka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bermain yang baik, tetapi juga harus mampu menjaga komunikasi dan kekompakan sebagai pasangan. Dalam pertandingan ganda, satu kesalahan kecil dapat mengubah jalannya permainan.

Namun, pada malam final tersebut, Boy Lase dan Hengky Zebua mampu menjaga fokus hingga pertandingan berakhir. Hasilnya, pasangan PB Orahua berhasil mengunci Juara I Kelas C Soekarno Cup II 2026.

Gelar tersebut menjadi pencapaian yang semakin berarti karena diraih melalui partai final yang berlangsung sengit dan menghadapi lawan yang juga memiliki semangat untuk menjadi yang terbaik.

Harapan Yose Akhirnya Sampai ke Partai Puncak

Di balik kemenangan pasangan PB Orahua, ada cerita perjuangan lain yang tidak kalah menarik.

Sebelumnya, saat pembukaan Turnamen Badminton Soekarno Cup II 2026, Yose telah menyampaikan harapannya untuk bisa terus memenangkan pertandingan dan melaju hingga ke partai final.

Satu demi satu pertandingan berhasil dilewati hingga dirinya bersama pasangan mencapai partai puncak Kelas C. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa seorang pecinta olahraga tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga membawa tekad untuk memberikan kemampuan terbaik.

Malam 18 Agustus 2026 pun menjadi saksi bahwa harapan yang pernah disampaikan Yose di awal turnamen akhirnya sampai pada titik yang diinginkan: berdiri di lapangan final.

Meski hasil akhir belum berpihak kepadanya, perjuangan hingga partai puncak tetap menjadi sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Kalah di Final, Bukan Berarti Kalah dalam Perjuangan

Final memang hanya mengenal satu pasangan sebagai juara pertama. Namun, perjuangan menuju final tidak pernah bisa diukur hanya dari hasil akhir.

Bagi Yose, keberhasilan mencapai partai puncak merupakan bagian penting dari perjalanan olahraga yang telah dijalaninya. Ia telah membuktikan keberanian untuk bersaing, ketekunan melewati setiap pertandingan dan sportivitas ketika harus menerima hasil akhir. Kebanggaan karena telah mampu bertahan hingga pertandingan terakhir. Sebab, tidak semua peserta yang memulai turnamen mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer sebuah partai final.

Malam yang Akan Diingat PB Orahua

Kemenangan Boy Lase dan Hengky Zebua pada Selasa malam menjadi cerita tersendiri bagi PB Orahua. Dari sebuah pertandingan, lahir sebuah pencapaian yang akan dikenang oleh tim dan para pendukungnya.

Mereka berhasil menuntaskan pertandingan final dengan hasil terbaik setelah berhadapan dengan pasangan Saut/Yhose. Kemenangan itu sekaligus memastikan nama Boy Lase dan Hengky Zebua berada di posisi teratas Kelas C.

Sementara bagi Yose dan pasangannya, perjalanan hingga final juga menjadi cerita yang layak dikenang. Ia datang dengan harapan untuk mencapai puncak, berjuang melewati pertandingan demi pertandingan, kemudian benar-benar berdiri di partai final.

Juara Lahir dari Perjuangan

Turnamen Badminton Soekarno Cup II 2026 akhirnya memberikan dua cerita dari satu partai final.

Boy Lase dan Hengky Zebua dari PB Orahua membawa pulang gelar Juara I Kelas C, sedangkan Saut/Yhose harus puas dengan Juara II Kelas C.

Kemenangan pasangan PB Orahua menjadi penutup manis dari perjuangan mereka di turnamen. Namun, perjuangan Saut/Yhose hingga mencapai final juga menjadi bagian penting dari cerita kompetisi tersebut.

Di tengah perayaan HUT ke-81 RI, pertandingan itu kembali menunjukkan bahwa semangat olahraga bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang keberanian untuk berjuang sampai pertandingan terakhir.

Dan bagi Boy Lase serta Hengky Zebua, malam 18 Agustus 2026 menjadi malam ketika perjuangan mereka berbuah gelar juara. Sementara bagi Yose, malam yang sama menjadi saksi bahwa harapan yang pernah ia ucapkan saat pembukaan akhirnya benar-benar terwujud: melaju hingga final dan memberikan perlawanan terbaik untuk menjadi bagian dari sejarah Soekarno Cup II 2026.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *