KAUR, Tekab86.com – Semangat memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 mulai terasa di berbagai desa. Salah satunya datang dari Desa Gunung Agung yang turut ambil bagian dalam turnamen sepak bola antar desa yang digelar Anak Desa Coko Enau (ANDESCE) di Lapangan Sepak Bola Coko Enau.
Dalam turnamen tersebut, Desa Gunung Agung tidak hanya mengirim satu tim, melainkan dua klub yang diperkuat para pemain Karang Taruna Persiguna Desa Gunung Agung. Keikutsertaan dua tim ini menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menyambut momentum kemerdekaan sekaligus mengembangkan bakat olahraga di tingkat desa.
Kedua tim Persiguna tampil membawa nama Desa Gunung Agung dengan semangat dan motivasi untuk memberikan permainan terbaik. Mereka dipimpin oleh Aprin Toni selaku pelatih, yang dipercaya untuk mempersiapkan serta mengarahkan para pemain menghadapi persaingan dalam turnamen.
Dalam pembinaan tim, Persiguna juga mendapat dukungan dari Sipran, Ketua Karang Taruna Desa Gunung Agung yang dikenal sebagai salah satu senior sepak bola di wilayah tersebut. Pengalaman Sipran di dunia sepak bola menjadi salah satu modal penting dalam membangun kekompakan dan mental para pemain muda.
Bagi Desa Gunung Agung, keikutsertaan dalam turnamen ANDESCE bukan semata-mata mengejar kemenangan. Ajang ini juga menjadi ruang silaturahmi antar pemuda dan desa, sekaligus menjadi wadah untuk mencari serta mengembangkan bibit-bibit pemain sepak bola potensial.
“Yang paling penting anak-anak muda kita punya kegiatan positif. Mereka bisa menyalurkan bakat, menjaga kekompakan dan membawa nama baik Desa Gunung Agung,” demikian semangat yang menjadi bagian dari keikutsertaan Persiguna dalam turnamen tersebut.
Turnamen ANDESCE sendiri menjadi salah satu kegiatan olahraga yang mendapat perhatian masyarakat. Dengan mempertemukan tim-tim dari berbagai desa dan sekolah, pertandingan diharapkan tidak hanya menghadirkan tontonan menarik bagi masyarakat, tetapi juga mempererat persaudaraan antarwarga.
Sorak-sorai penonton, dukungan dari masing-masing desa, serta semangat para pemain di lapangan membuat suasana turnamen semakin meriah. Bagi Persiguna Gunung Agung, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa semangat sepak bola di tingkat desa masih terus menyala.
Dari lapangan Coko Enau, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan, tetapi juga lewat olahraga, persaudaraan, dan perjuangan anak-anak muda mengejar prestasi.(Herpin)












