Uncategorized

Dandim Nias Tak Paham Arti Doorstop, Hak Wartawan Meliput Pangdam I/BB Diduga Segaja Dihadang Ajudan Dandim Nias

9
×

Dandim Nias Tak Paham Arti Doorstop, Hak Wartawan Meliput Pangdam I/BB Diduga Segaja Dihadang Ajudan Dandim Nias

Sebarkan artikel ini

GUNUNGSITOLI(tekab86.com),Dandim 0213/Nias tak paham arti Doorstop bagi wartawan, Hak Wartawan Meliput Pangdam I Bukit Barisan saat tiba dibandara Binaka diduga kuat segaja Dihadang Ajudan Dandim Nias.Kamis 28/05/2026

Hal tersebut disampaikannya saat usai kejadian Penghadangan terhadap beberapa wartawan, Beliau menjelaskan saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat via WhatsApp beberapa hari (25/5) yg lalu,

Kata Dandim Nias,”Selamat siang Pak Edwar, sebelumnya saya menyampaikan itu tidak menghadang pak. Mereka berharap untuk doorstop kita lakukan terpusat karena waktu Bapak Pangdam yang sangat terbatas. Sesuai dengan pemberitahuan saya sebelumnya, bahwa kami mengundang utk acara Doorstop di Desa Hou kec Bawolato, namun Pak edwar kan tidak bersedia karena Jauh. Jadi, tidak ada kami menghalangi.

Dan tadi media diberikan waktu untuk Doorstop dengan Bapak Pangdam tanpa dibatasi apapun, baik Di desa Hou maupun Hilihao Tugala.” Ucap Letkol Inf Sampe T. Butar-Butar Yang terkesan tak paham Arti Doorstop sesungguhnya.

Membuat Sekjen Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKEN) Berkomentar pedas, Kalau tidak tau arti Doorstop maka belajar dulu, Baru buat statement,

“Saya sangat sesalkan Statement Dandim Nias tentang mengartikan makna dari Doorstop untuk para wartawan yang mau meliput kegiatan,

Doorstop interview adalah teknik wawancara di mana wartawan mencegat atau menghadang narasumber) seperti pejabat atau figur publik) ditempat dan waktu yang tidak terduga, biasanya saat mereka baru keluar dari sebuah acara,ruang rapat,atau kendara

Kalau menentukan tempat seperti penjelasan Dandim Nias itu bukan Doorstop tapi On The Spot (Wawancara Lapangan) atau disebut reportase/liputan Lapangan

Disini sudah jelas bahwa tindakan Penghadangan Wartawan yang terjadi dibandara Binaka saat pangdam I Bukit Barisan tiba diduga tindakan Arogan yang dilakukan ajudan Dandim Nias yang merampas hak wartawan saat melakukan tugas peliputan,”Tuturnya Helpin Zebua dengan nada tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *