Penyimpangan Pengadaan Ayam Ternak di Desa Pangkalan Gondai

Pelalawan tekab86.com,– Sempat heboh pemberitaan terkait dugaan Realisasi ADD dan DD Desa Pangkalan Gondai dan dugaan indikasi penyimpangan pengadaan Ayam Ternak di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Pemberitaan itu pun heboh di tengah masyarakat Desa Pangkalan Gondai. Pada Sabtu (11/5/2024), beberapa orang bahkan bercerita kepada awak media terkait ayam yang mereka terima.

Salah seorang tokoh masyarakat yang tidak ingin ditulis identitasnya membenarkan adanya bantuan ayam ternak 2000 erkor. Diperkirakan biayanya 290 juta bersumber dari Dana Desa (DD) Pangkalan Gondai tahun anggaran 2022

“Memang pengadaan ayam ada kemarin itu. Kalau ngga salah, sampai ke masyarakat sekitar satu bulan banyak mati. Malahan ayam kampung sini ikut-ikutan, seakan bawa penyakit,” ucapnya sambil tertawa.

Tokoh masyarakat itu menuturkan jika bantuan ternak tersebut bukan menguntungkan masyarakat melainkan membawa kerugian.

“Jangankan bertelur, ayam yang udah di kandang aja ikut mati. Di sini kemarin rame (banyak – Red) ayam pak, liat lah sekarang udah sunyi,” ujarnya.

Warga menilai kedatangan ayam bantuan dari desa yang diberikan kepada masyarakat tersebut adalah ayam pembawa virus karena ayam yang telah mereka pelihara sebelumnya juga ikut mati.

“Mati dua, mati tiga, ayam kampung pun ikutan mati. Makanya di sorot sama masyarakat, ayam bantuan kemarin bukannya nambah ternak, bawa virus malahan,” kata Tokoh masyarakat itu menjelaskan.

Sementara ditempat terpisah, sorang warga lainnya menyampaikan bahwa lebih baik uang biaya pengadaan ternak itu disumbangkan ke Masjid atau kepada uang membutuhkan.

“Bagi saya orang yang bodoh ini pak, maunya kemarin dari pada beli ayam, lebih baik sumbangkan ke masjid atau ke orang yang butuh. Ada manfaatnya,” katanya.

Narasumber kedua ini menjelaskan bahwa banyak masyarakat mengeluh karena walaupun mendapat bantuan pakan, tapi nyatanya ayam itu tidak mau makan bahkan jika pakannya diganti baru yang dibeli sendiri oleh mereka.

“Yang ngeluh banyak. Kesalnya masyarakat ini karena pakan memang ada di kasi, pur kemarin, tapi ayamnya ngga mau makan. Udah di ganti pake beras pun nggak mau juga, kami beli lagi dari warung tapi ngga mau juga. Gimana lagi, namanya ayam sakit,” ucapnya sambil tertawa.

“Aku dapat pak empat ekor, seminggu cuma mati semua. Ngga ada yang di potong, mati semua,” sahut seorang ibu rumah tangga sambil tertawa kesal.

Dari penuturan sejumlah sumber, gejala awal yang terlihat sebelum ayam ternak itu mati adalah mulai susah makan atau tidak mau makan, kemudian tampak seperti sering mengantuk, hingga akhirnya berangsur mati.

Team konfirmasi langsung melalui Kades Gondai (Aman L ) via WhatsApp, hingga berita ini naik tak direspon.

(team)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250