Berita

Kades Kebun Lado Enggan Bertemu Wartawan Terkait Dana BUMDes diduga Mangkrak

522
×

Kades Kebun Lado Enggan Bertemu Wartawan Terkait Dana BUMDes diduga Mangkrak

Sebarkan artikel ini

Kuantan Singingi Tekab86.com,- Pj Kepala Desa Kebun Lado Yulisman enggan temui wartawan yang hendak konfirmasi pengelolaan dana kas BUMDes senilai Rp 400 juta lebih. Dia beralasan berada di Puskesmas bawa anaknya sedang sakit demam tinggi.

“Maaf Pak saya di Puskesmas anak saya deman panas tinggi. Gak bisa jumpa pak anak saya sakit mohon maaf. Temui saja Direkturnya namanya Megi Ismoyo,” ujar Pj Kedes Kebun Lado Yuliasman saat di konfirmasi lewat chat di aplikasi WhatsApp Kamis (9/01/25) kepada wartawan media ini.

Berdasarkan informasi dari warga yang minta identitasya dirahasiakan, BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Kebun Lado Kecamatan Singingi, Kebupaten Kuantan Singingi, miliki kas sebesar Rp 400 juta lebih. BUMDes Kebun Lado dikelola dalam bentuk usaha dagang barang harian dengan membuka kios atau Ruko yang terletak tepat di samping kantor Desa Kebun Lado.

Anehnya kurang lebih setahun toko dagangan barang harian yang biasa setiap hari dibuka sebagai tempat perbelanjaan itu sudah tutup. Sehingga pengelolaan BUMDesa Kebun Lado tidak tahu bagaimana tanpa adanya pemberitahuan kepada warga. Sebab setelah tutup toko BUMDes tersebut tidak ada dilaksanakan rapat atau pemberitahuan kepada masyarakat Desa Kebun Lado, jelas warga tersebut.

Lanjutnya, tentunya dana kas BUMDes Kebun Lado senilai Rp 400 juta lebih tidak diketahui kemana. Harusnya ada pemberitahuan atau penjelasan terhadap masyarakat atas pengeluaran dana kas BUMDes itu. Begitu juga sebaliknya bagaimana penjelasan uang masuk dari pengelolaan dana kas BUMDes itu pada saat aktif selama ini? Sehingga dapat diketahui rincian penggunaan dana kas BUMDes tersebut dan tidak menjadi bahan tanda tanya kepada warga Desa Kebun Lado, tukas warga tersebut.

Direktur BUMDes Kebun Lado Megi Ismoyo yang ditemui saat itu juga mengakui bahwa BUMDes Kebun Lado mulai berdiri sejak tahun 2019 lalu dengan modal awal senilai Rp 227 Juta. BUMDes yang dia kelola bergerak dalam usaha dagangan barang harian.

Dijelaskan Megi bahwa sumber dana BUMDes Kebun Lado berasal dari Dana Desa senilai Rp 60 juta dan bantuan sosial dari Bankeu senilai Rp 167 juta. Dari jumlah dana sebesar Rp 227 juta itu sebagian telah dialokasikan untuk membelanjakan invetaris.

Adapun invetaris yang dibelanjakan pada tahun tahun 2019 itu yaitu mesin photo copy dengan harga Rp 30 juta, dua set komputer dengan harga 30 juta, dan sebagian lainya membelanjakan rak rak barang dagangan pada toko, jelasnya lagi.

Setelah kurang lebih setahun pengelolaan BUMDes tersebut diakui Megi fakum dengan kendala banyaknya hama yang merusak barang-barang dagangan didalam toko. Namun sisa keuangan dana kas BUMDes yang bisa dipertanggung jawabkan ada sebesar Rp 20 jutaan di rekening BUMDes. Kemudian ada senilai Rp 90 jutaan nilai barang-barang yang kadarluasa. Semuanya tidak bisa dijelaskan secara rinci namun ada semua datanya, ujarnya memberi dalil.

Sayangnya Megi Ismoyo selaku Direktur BUMDes Kebun Lado tidak mau menunjukkan data barang kadarluasa yang senilai Rp 90 jutaan. Dia berdalil harus dengan persetujuan kepala Desa Kebun Lado. Bahkan data pembelanjaan barang lainnya juga tidak mau dia tunjukkan kepada wartawan.

(Sona)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *